Minggu, 03 Juni 2012

Diberi dan Diberikan



24. Diberi  dan Diberikan

Dalam praktik berbahasa kata ‘diberi’ dan ‘diberikan’ sering digunakan secara tidak tepat baik dalam komunikasi lisan maupun dalam komunikasi tertulis. Perhatikanlah contoh kalimat-kalimat  (1) dan (2) berikut:
(1)   Kepada para siswa kelas II SMU Seminari Kisol diberi tugas menyusun makalah.
(2)   Setiap siswa Seminari diberikan tugas membersihkan kelas.
Sasaran dari perbuatan memberi itu ada dua macam. Bandingkan contoh (3) berikut:
(3) Tanta Rita memberi Vincent pisang goreng.
Dalam kalimat (3) di atas yang memberi ialah Tanta Rita, yang diberi adalah Vincent, yang diberikan pisang molen.  Subjek kalimat (3) adalah Tanta Rita (bentuk aktif), dan pisang molen (bentuk pasif). Bandingkan kalimat (4) dan (5).
(4) Vincent diberi pisang goreng oleh Tanta Rita
(5) Pisang goreng diberikan kepada Vincent (oleh Tanta Rita).
Kalimat akan menjadi salah kalau diberi dan diberikan itu dirancukan seperti kalimat  (6) dan (7).
*(6) Vincent diberikan pisang goreng.
*(7) Pisang goreng diberi kepada Vincent.
Perlu ditanyakan: siapakah yang diberi, apakah yang diberikan.  Kesalahan kedua kalimat itu ialah bahwa yang diberikan itu Vincent, sedang yang diberi itu pisang goreng.
Kesalahan seperti ini sering juga karena pemakaian kata tugas kepada. Lihat kalimat (8) berikut:
*(8) Kepada siswa SMU Seminari Kisol diberi tugas menyusun makalah.  
Kalimat itu betul seandainya kata ‘kepada’ tidak digunakan.  Kata tugas ‘kepada’ pada kalimat (8) menyebabkan  unsur yang semula menjadi sasaran pertama beralih menjadi sasaran kedua. Bandingkan contoh (9) berikut:
(9) Tanta Rita memberi Vincent pisang goreng.
Dalam kalimat (9) itu Vincent merupakan sasaran pertama. Bandingkan dengan kalimat (10) berikut:
(10) Tanta Rita memberikan pisang goreng kepada Vincent.
Dalam kalimat (10) ini Vincent menjadi sasaran kedua.
Dalam kaidah bahasa Indonesia unsur kalimat yang dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif itu hanyalah sasaran pertama (objek kalimat aktif).  Dalam kedua kalimat di atas sasaran pertama itu Vincent dan pisang molen. Bentuk pasif
(11) Vincent diberi pisang goreng (oleh Tanta Rita).
(12) Pisang goreng diberikan kepada Vincent (oleh Tanta Rita).
Karena pemakaian kata ‘kepada’ Vincent sudah tergeser menjadi sasaran kedua, maka Vincent tidak mungkin menjadi subjek dalam kalimat pasif.  Dalam kedua kalimat di atas sasaran pertama itu Vincent dan pisang goreng.
(13) Vincent diberi pisang goreng.
(14) Pisang goreng diberikan kepada Vincent
Adanya kata ‘kepada’ pada kalimat di atas menjadikan kata Vincent bergeser menjadi sasaran kedua, maka Vincent tidak mungkin menjadi subjek dalam kalimat pasif karena kalimat: Pisang goreng diberikan kepada Vincen oleh Tanta Rita merupakan transformasi kalimat aktif: Tanta Rita memberikan Pisang goreng kepada Vincent. Dalam hal ini yang menjadi sasaran pertama itu Vincent digunakan bentuk diberi, karena yang diberi memang Vincent.  Dalam hal ini, yang  menjadi subjek pisang goreng digunakan bentuk diberikan, sedang sebagai sasaran kedua Vincent diantar atau didahului  oleh kata tugas kepada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar