Senin, 01 Oktober 2012

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN



Secara umum sudah dikenal dua jenis penelitian dilihat dari pendekatan yang digunakan peneliti yaitu penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Ada juga penggolongan penelitian berdasarkan berdasarkan tingkat kelamiah tempat  penelitian dilakukan. Dari sini muncul istilah penelitian eksperimen, survey, dan naturalistik. Penelitian eksperimen merupakan bagian dari penelitian dengan pendekatan kuantitatif.[1] Kekhasan penelitian eksperimen ini terletak pada adanya unsur pengontrol. Dampak ikutan dari kekhasan penelitian eksperimen ini adalah terbukanya peluang bagi peneliti untuk memanipulasi variabel, mengontrol variabel lain yang relevan, dan mengobservasi pengaruhnya terhadap variabel terikat. Kemungkinan memanipulasi variabel ini berkaitan erat dengan tempat penelitian yang biasanya dilakukan di laboratorium dan adanya perlakuan atau treatment tertentu. Karena adanya perlakuan, maka penelitian eksperimen diarahkan pada tujuan mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap terhadap yang lain dalam kondisi yang terkontrol.
Dengan adanya perlakukan atau pengontrolan seperti ini, penelitian eksperimen kemudian dimaknai  dan dibatasi sebagai suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu[2]. Caranya dengan membandingkan satu atau lebih keleompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak diberi perlakuan.
Mengingat adanya perlakuan, penelitian eksperimental mempertlihat tiga karakteristik (1) manipulatif dalam arti peneliti menjadikan salah satu dari sekian variabel bebas untuk menjadi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh peneliti, sehingga variabel lain dipakai sebagai pembanding yang bisa membedakan antara yang memperoleh perlakuan/manipulasi dengan yang tidak memperoleh perlakuan/manipulasi. (2) Terkendali dalam arti peneliti menginginkan variabel yang diukur itu mengalami kesamaan sesuai dengan keinginannya dengan menambahkan faktor lain ke dalam variabel atau membuang faktor lain yang tidak diinginkan (3)Observatif dalam arti  peneliti melakukan pengamatan untuk mengetahui apakah ada pengaruh manipulasi variabel (bebas) yang telah dilakukannya terhadap variabel lain (terikat) dalam penelitian eksperimental yang dilakukannya.
Ada beberapa bentuk rancangan penelitian eksperimen yang bisa digunakan yaitu Pre-experimental , True experimental, Factorial experimental, dan Quasi experimental.[3] Pengelompokan  lain yang lebih sederhana perihal penelitian eksperimen ini  dibagi menjadi dua yaitu peneltian eksperimen sungguhan (true experiment) dan penelitian seolah-olah seperti penelitian eksperimen yang disebut sebagai penelitian quasi experiment.
Dikatakan true experimental (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih secara random. Desain true experimental terbagi atas (a) Posstest-Only Control Design kontrol (b)Pretest-Posttest Control Group Design (c) The Solomon Four-Group Design.
Quasi Experimental Design digunakan karena pada kenyataannya sulit medapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian. .Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan experimen. Walaupun demikian, desain ini lebih baik dari pre-experimental design.
Penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) harus memenuhi 4 syarat (1) kondisi yang diduga akan mempengaruhi subjek yang dijadikan eksperimen harus disingkirkan agar jelas perbedaan yang ditemukan sungguh merupakan efek dari perlakuan (2)  harus ada kelompok pembanding yang tidak diberi perlakuan (3) mengkondisikan dua kelompok yang diberi perlakuan dan yang tidak diberi perlakuan secara sama sebelum eksperimen dilakukan (4) penelitian yang dilakukan terhadap orang hendaknya menyingkirkan status untuk menghindari Hawthorne effect dan John Henry effect.[4]
Selain memperhatikan syarat-syarat ini, peneliti eksperimental juga mengontrol varians yaitu (1) memaksimalkan varians yang berkaitan dengan hipotesis (2) meminimalkan varians yang tidak diharapkan (3) meminimalkan kesalahan  dalam menentukan subjek, dalam melakukan percobaan dan dalam pengukuran hasil dengan jalan menentukan subjek secara random, pengelompokan subjek atas dua juga secara random, menentukan mana kelompok yang akan diberi perlakukan dan mana yang tidak diberi perlakuan.
Strategi dan langkah penelitian eksprimen pada dasarnya sama dengan langkah penelitian pada umumnya yang melewati langkah prosedural (1) peneliti melakukan studi literatur dalam rangka menemukan masalah (2) mengindentifikasi dan merumuskan masalah (3) merumuskan batasan istilah, batasan variabel, hipotesis, dan dukungan teori (4) menyusun rencana eksperimen (5) melaksanakan eksperimen (6) memilih data yang sungguh menggambarkan hasil murni terkait kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok pembandingnya (7) menggunakan teknik yang tepat dalam menguji signifikansi berkaitan dengan hasil penelitian tersebut.

Rujukan
Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung: Alfabeta.






[1] Bdk. Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung: Alfabeta, 2012, hal.109
[2] Bdk, Suharsimi Arikunto,  Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2009, hal.207.
[3] Sugiyono, Op., Cit., hal.110-111, menjelaskan desain ini dalam sebuah skema yang lebih rinci.
[4] Suharsimi Op.,Cit., Loc.Cit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar