Rabu, 08 Agustus 2012

Sedangkan, Hanya Konjungtor


Masalah pemakaian kata sambung atau kata penghubung yang dikenal dengan sebutan konjungtor dalam bahasa Indonesia sering merepotkan baik para guru maupun terlebih para siswa.  Kesulitan para guru dan siswa seperti itu diperkuat lagi karena baik guru maupun siswa sering menjumpai penggunaan konjungtor dalam media massa kita yang tidak tepat  dan berlawanan dengan kaidah kebahasaan yang dipelajari. 
Konjungtor adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi (kata tugas) menghubungkan bagian-bagian ujaran yang mungkin berupa kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, maupun kalimat dengan kalimat.  Ada dua macam konjungtor, yaitu konjungtor intrakalimat dan konjungtor antarkalimat. Konjungtor intrakalimat berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa yang berada di dalam satu kalimat. Konjungtor antarkalimat adalah kata atau gabungan kata yang meng­hubungkan kalimat dengan kalimat atau paragraf dengan paragraf berikutnya.
Bahasa Indonesia mengenal pelbagai jenis kata penghubung (konjungtor) seperti agar, supaya, akan tetapi, andaikata, apabila, asal, asalkan, atau, bahwa, bahwasanya, baik...  maupun, biar ... asal,  biarpun,  bila, bilamana, dan, daripada, demi, entah ... entah, hingga,  jika,  jika ... maka, jikalau, kalau, kalaupun, karena, kecuali, kemudian, kendati,  Kendatipun,  ketika,lalu, maka, manakala, melainkan, meskipun, kemudian,namun, oleh karena, padahal,  sambil, sampai, seandainya, sebab, sebelum, sedangkan, sehingga, sekalipun, sekiranya, serta, supaya, tatkala, tetapi, walaupun.
Deretan konjungtor  di atas dalam pemakaiannya memiliki pola tertentu. Artinya, ada aturan atau kaidah yang melekat pada hakikat sebuah konjungtor. Konjungtor pada hakikatnya berfungsi menghubungkan bagian-bagian dalam satuan linguistik  yang mendasari pemaknaan suatu konstruksi kebahasaan pada pelbagai tatarannya.  Rubrik bahasa edisi ini tidak bermaksud mengulas semua jenis konjungtor yang dideretkan di atas.  Masalah yang dibahas melalui rubrik edisi ini berkaitan dengan pemakaian konjungtor ‘sedangkan’. Masalah ini dibahas karena penggunaan konjungtor ‘sedangkan’  ini tergolong sangat tinggi frekuensi  kemunculannya dalam media kita.
Berikut kami turunkan contoh pemakaian kata penghubung (konjungtor) ‘sedangkan’ yang kami kutip dari Flores Pos : Jumat, (29/8/2003).  Pada berita  berjudul “Perlu Strategi Jitu untuk Selamatkan Karang di Luar Kawasan TNK” , kita temukan delapan  kali kata  ‘sedangkan’ digunakan. Perhatikanlah kutipan (1) s. (8) berikut:
(1)   "Sedangkan karang-ka­rang laut yang ada di da­lam kawasan TNK, kondi­sinya tidak terlalu meng­kuatirkan, karena adanya sistem pengamanan yang ketat
(2)   BTNK adalah instansi lapangan Depar­temen Kehutanan (Dephut) RI, sedangkan TNC meru­pakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) interna­sional yang bergerak di bidang konservasi.
(3)   Sedangkan ulah oknum manusia tak bertanggung jawab di antaranya dengan menggunakan bom dan po­tasium untuk memperoleh ikan.
(4)   Sedangkan di dalam ka­wasan TNK, lanjut Hirmen dan Abu Bakar, sejak tahun 1996 sampai sekarang terus menerus ditekan dengan sistem pengamanan.
(5)   Sedangkan soal kerusakan akibat ulah manusia tak bertanggung jawab se­perti menggunakan dengan bom, potasium, dan lain-­lain terus ditekan.
(6)    Sedangkan peng­amatan yang dilakukan TNC setiap 2 tahun sekali yaitu 1996, 1998, 2000, 2002, 2004, dan seterusnya," ung­kap Hirmen.
(7)   Sedang­kan di dalam kawasan TNK tidak lagi menjadi sasaran oknum-oknum pe­laku pengeboman atau pengguna potasium ka­rena ketatnya pengawasan pihak BTNK dan TNC.
(8)   Sedangkan pota­sium pengaruhnya buruk sekali karena meluas se­perti apa yang saya kata­kan tadi," ungkap Hirmen diamini Abu Bakar yang menjabat sebagai Surveilance TNC itu.
Kutipan (1), (3) s.d (8) kita dapati penggunaan kata sedangkan itu ditempatkan pada awal kalimat. Konsekuensinya, kata itu diawali dengan huruf kapital karena awal kalimat baru dan justru menafikkan atau menghilangkan peran kata ‘sedangkan’ itu sebagai konjungtor intrakalimat. Kata ‘sedangkan’ hanya dapat digunakan sebagai konjungtor intrakalimat bukan sebagai konjungtor antarkalimat. Penggunaan konjungtor ‘sedangkan’ sebagai konjungtor intrakalimat dapat dilihat pada kutipan (2). Di sana konjongtor ‘sedangkan’ menghubungkan bagian-bagian bahasa yang membentuk satu kalimat. Makna konjungtor ’sedangkan’ pada kutipan (2) menyatakan perlawanan atau pertentangan.
Jadi, kata ‘sedangkan’ yang berfungsi sebagai konjungtor pada kutipan di atas hanyalah kutipan (2) sedangkan kata ‘sedangkan’ yang lainnya merupakan contoh pemakaian konjungtor yang tidak taat asas. Kata sedangkan yang dicetak miring pada kesimpulan ini, merupakan contoh konjungtor yang benar.**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar