Jumat, 03 Agustus 2012

Ke Pada Kepada


70. Ke, Pada, dan Kepada

Judul Rubrik Bahasa pada kesempatan ini terbentuk dari tiga kata masing-masing: ke, pada, dan kepada. Dalam bahasa Indonesia, ketiga kata tersebut digolongkan ke dalam satu kategori kata yaitu kata  depan (preposisi). Di samping ketiga kata depan ini, kita temukan juga kata depan lainnya seperti: di, dalam, atas, antara, terhadap, dari, daripada, sejak, sampai, hingga,  oleh, dengan,  untuk, buat, bagi, guna, demi, akan, tentang, karena, dan berkat.   Ulasan ini hanya terbatas pada kata depan ke, pada, dan kepada.
Penggunaan ketiga jenis kata depan (preposisi) ini dalam kalimat terlihat pada contoh (a) s.d. (h) berikut ini:
(a)   Tanah-tanah sudah dijual ke perorangan saat orang kecanduan judi KuponPutih.
(b)   Gadis itu dikembalikan ke orangtuanya setelah diperiksa pihak berwajib.
(c)    Mendengar laporan penganiayaan itu, pemuda itu mengadu ke polisi.
(d)   Ia mengembalikan barang pinjaman itu pada pemiliknya.
(e)    Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan pada pemilik toko.
(f)     Mengemis pada orang kaya dilakukan mereka yang bermental budak.
(g)   Suasana kelas yang kacau tidak dapat membawa seseorang kepada kesuksesan.
(h)   Sikap hidup yang tidak hemat membawa seseorang kepada penderitaan.
Berhadapan dengan sederetan contoh di atas kita akan mempersoalkan ketepatan pemakaian ketiga preposisi itu. Pertanyaan kuncinya: apakah penempatan preposisi itu sudah tepat menurut kaidah kebahasaan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mau tidak mau harus menelaah kembali hakikat masing-masing preposisi itu dalam konteks disiplin kebahasaan. Artinya, melihat ciri setiap preposisi itu dan pola penggunaannya dalam kalimat.
Preposisi ke umumnya digunakan dengan empat ketentuan berdasarkan makna yang embannya yaitu (a) menyatakan 'tempat tujuan' digunakan di depan kata benda yang menjadikan benda itu sebagai keterangan tempat. Contoh: TKI ilegal itu dideportasi ke Australia. (b) menyatakan 'tempat tujuan' dengan lebih tepat, preposisi ke dapat diikuti dengan kata yang menunjukkan bagian dari tempat yang dimaksud. Contoh:  Ronaldo menggiring bola ke daerah gawang. (c) menyatakan keadaan 'gerak' atau 'bergerak' dipakai di depan kata benda tempat. Contoh: Banyak wisatawan yang datang ke Pulau Komodo. (d)  Preposisi ke tidak boleh digunakan di depan kata benda yang mengacu kepada orang termasuk kata ganti orang. Contoh terlihat jelas pada kutipan kalimat (a) s.d. (c) di atas.
Preposisi ‘pada’ digunakan dengan empat  aturan berdasarkan makna preposisi itu (a) menyatakan 'tempat berada' digunakan di depan kata benda yang menyatakan orang. Contoh: Bukunya dititipkan pada teman kelasnya. (b) menyatakan 'tempat' digunakan di depan kata benda atau frase benda sekaligus sebagai varian dari kata depan di. Contoh: Ibu Paulin Ndahur bekerja pada Yayasan Sukma. (c) menyatakan "waktu tertentu" atau "saat" di­pakai di depan kata benda waktu yang menyatakan saat atau masanya sangat terbatas. Contoh: Jembatan Wae Bobo boleh digunakan pada bulan Februari 2004.(d) Preposisi pada tidak digunakan di depan objek untuk kalimat yang predikatnya mengandung pengertian 'tertuju terhadap sesuatu yang bercorak human (manusia).  Jika  ditempatkan di depan kata bercorak human (orang) pada harus diganti dengan kepada. Kalimat (d) s.d. (f) di atas dapat dipakai sebagai contoh.
Preposisi ‘kepada’ digunakan dengan kententuan berdasarkan maknanya (a) menyatakan 'tempat yang dituju' digunakan di depan kata benda orang atau yang diorangkan sedangkan predikat kalimatnya berupa kata kerja yang mengandung pengertian 'tertuju terhadap sesuatu'. Contoh: Kejahatan harus dilaporkan kepada polisi. (b) menyatakan 'arah tempat yang tidak sebenarnya' dipakai di depan kata benda yang menyatakan asas atau ajaran. Contoh: Penjelasannya merujuk kepada ajaran agama.
Dengan mengikuti uraian di atas, kita dapat menyimpulkan dan memastikan bahwa penggunaan kata depan (preposisi) ke, pada, dan kepada, dalam kalimat (a) s.d. (h) di atas semuanya salah. Bentuk kalimat yang benar untuk semuanya seperti kalimat (i) s.d. (p) berikut ini.
(i)     Tanah-tanah sudah dijual kepada perorangan saat orang kecanduan judi Kupon Putih.
(j)     Gadis itu dikembalikan kepada orangtuanya setelah diperiksa pihak berwajib.
(k)   Mendengar laporan penganiayaan itu, pemuda itu mengadu kepada polisi.
(l)     Ia mengembalikan barang pinjaman itu kepada pemiliknya.
(m) Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan kepada pemilik toko.
(n)   Mengemis kepada orang kaya dilakukan mereka yang bermental budak.
(o)   Suasana kelas yang kacau tidak dapat membawa seseorang pada kesuksesan.
(p)   Sikap hidup yang tidak hemat membawa seseorang pada penderitaan.
Sekarang kita telah mengetahui secara pasti kapan kita menggunakan preposisi ‘ke’, ‘pada’, dan ‘kepada’ secara tepat dan benar. Marilah kita kembali KE norma bahasa yang telah tertulis  PADA buku Pedoman EYD yang diberikan KEPADA kita.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar